Mengenal Luhurnya Sejarah Kami
Sistem Informasi Desa bukan sekadar titik geografis, melainkan warisan peradaban yang terus tumbuh dalam harmoni antara nilai leluhur dan modernitas digital.
Sambutan Kepala Desa
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Selamat Datang di Website Resmi Desa Sumberkejayan, Kabupaten Jember.
Salam sejahtera bagi kita semua,
Puji dan syukur senantiasa kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat, hidayah, dan karunia-Nya, Pemerintah Desa Sumberkejayan kini hadir lebih dekat dengan Anda semua melalui ruang digital ini.
Perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat menuntut kita untuk adaptif dan inovatif. Website ini hadir sebagai wujud nyata dari komitmen kami dalam membangun tata kelola pemerintahan desa yang Transparan, Akuntabel, dan Informatif. Kami ingin memastikan bahwa seluruh warga Desa Sumberkejayan—baik yang menetap di desa maupun yang sedang merantau—dapat mengakses informasi desa dengan mudah, cepat, dan akurat.
Melalui website resmi ini, Anda dapat mengakses berbagai layanan dan informasi, mulai dari profil desa, struktur organisasi pemerintahan, regulasi desa, hingga transparansi pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes). Selain itu, platform ini juga kami dedikasikan untuk mempromosikan potensi lokal Desa Sumberkejayan, mulai dari sektor pertanian, perkebunan, hingga produk kreatif UMKM hasil karya warga kami.
Kami sadar bahwa kemajuan teknologi ini tidak akan berarti tanpa adanya partisipasi aktif dari masyarakat. Oleh karena itu, kami sangat membuka diri terhadap segala masukan, kritik, dan saran yang membangun dari seluruh pemangku kepentingan demi kemajuan pelayanan publik di Desa Sumberkejayan.
Akhir kata, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh tim yang terlibat dalam pembangunan website ini, serta kepada seluruh warga masyarakat yang terus mendukung program-program Pemerintah Desa Sumberkejayan.
Selamat menjelajahi website Desa Sumberkejayan. Mari bersama-sama kita manfaatkan teknologi ini untuk mewujudkan desa yang maju, mandiri, dan sejahtera.
Maju Desanya, Sejahtera Warganya!
Wabillahi taufiq wal hidayah, Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Kepala Desa Sumberkejayan
Yasin

- YASIN
Sejarah Desa





Sejarah Awal
Awal mula terjadinya Desa Sumberkejayan, konon kabarnya pada masa kerajaan di pulau jawa ini sudah dimasuki kolonial belanda, rata-rata semua kerajaan tersebut hancur akibat di adu domba. Termasuk kerajaan majapahit yang juga hancur akibat dari ulahnya sang bule (kolonial belanda) itu.
Pada saat majapahit itu masih jaya, semua kerajaan-kerajaan disekitarnya ditaklukkan termasuk kerajaan Blambangan yang ada di Banyuwangi, hal tersebut fakta membuktikan bahwa adanya Jalan Propinsi dari Jember menuju ke BanyuWangi yang melintasi antara Dusun Tegalan dan Dusun Krajan Desa Sumber Kejayan tersebut merupakan bekas dari perjalanan Pasukan bala tentara majapahit yang hendak menyerang Kerajaan Blambangan. Yang kemudian jalan tersebut di abadikan menjadi jalan lintas antar kabupaten ( jalan propinsi. red ).
Ketika kerajaan- kerajaan tersebut sudah di kuasai dan dihancurkan oleh belanda, maka orang-orang kerajaanpun menyebar di berbagai daerah, mereka semua lari dan menetap di dalam hutan. Penjajahan pun berlangsung cukup lama, sementara tempat persembunyian yang ada di dalam hutan blantara telah berubah manjadi perkampungan (pemukiman) yang di huni oleh banyak orang. Bertambah tahuh bertambah pula komunitas penduduknya. Dan pada akhirnya pemukiman tersebut juga tercium oleh penjajah kolonial belanda, tidak lama kemudian perkampungan tersebut pun di serang sehingga banyak menelan korban
Namun pada saat itu sekitar tahun 1797 keyakinan orang-orang yang berbau mistik masih belum luntur. Katanya nara sumber yang saya temui menceritakan bahwa Konon katanya di sebuah Sumber ada sepohon kayu yang cukup besar yang diyakini oleh penduduk mempunyai kekuatan untuk memberikan kekebalan terhadap tubuh manusia. Jadi barang siapa yang minum air yang ada sumber di bawah pohon besar tersebut maka tubuhnya akan kebal dari semua senjata. Kabar tersebut pun menyebar sehingga dalam waktu sekejab banyak orang-orang yang berdatangan untuk mengambil airnya serta meminumnya. Hal tersebut terbukti nyata ketika mereka bertempur melawan penjajah belanda, tak satupun pelor senjatanya (penjajah belanda) bisa menembus kulit, merekapun mulai bangga dengan hal itu, dengan mengatakan "Jegung a grutus e dedeh" jadi pelor yang di tembakkan orangorang belanda itu dikatakan jagung yang bisa nyampe di dada. Yang pasti ketika itu merekalah memenangkan peperangan tersebut. Hari demi hari air di sumber itu pun mulai terkenal ke pelososk-pelosok perkampungan. Mereka menjuluki sumber mata air tersebut dengan sebutan "air sumberkejayaan”, Hingga akhirnya daerah tersebut diberi nama SumberKejayan. Namun batas wilayah sumber kejayan ini tak seluas sekarang, jadi luas wilayahnya hanya ada di sekitar sumber itu. Menurut informasi yang kami peroleh dari nara sumber daerah tersebut berada di dusun krajan.
Sejarah Pemerintahan Desa Sumber Kejayan
Pemerintahan Desa sumber kejayan ini sudah berlangsung cukup lama, hal ini terbukti dengan adanya kepemimpinan yang di mulai sekitar tahun 1815 M yang di pimpin oleh seorang empu dari suatu kerajaan yang di hancurkan oleh penjajah belanda.
- KERTO ANGSONO
Pada sekitar tahun 1815 M para penduduk mengangkat seorang pemimpin yang bernama KERTO ANGSONO. beliau adalah orang pertama yang menduduki pemukiman itu (pembabat hutan). Beliau orangnya sangat bijaksana dan sayang terhadap kaum yang lemah. Beliau sangat gigih melawan penjajah belanda. Maklumlah jika beliau mempunyai kepribadian dan sifat kepemimpinan seperti itu, karena beliau berasal dari keluarga kerajaan tempo dulu yang terasing kehutuan. Namun penjajahan belum berakhir sampai saat itu. Kekalahan bagi mereka (penjajah belanda) merupakan penyemangat mereka, yang pada akhirnya mereka datang menyerang lagi, waktu itu tak sedikit korban yang tewas. Para penduduk yang selamat waktu itu mengasingkan diri kehutan di sebelah selatannya. Sedangkan sumber kejayaan yang ketika itu di hancurkan oleh kolonial belanda. Tak lama kemudian beliu wafat pada sekitar tahun 1830 M tanpa meninggalkan keturunan. - PAK. EBU
Kepemimpinan pun diteruskan oleh sahabatnya yang bernama E B U, namun kepemimpinannya tak berlangsung lama hanya sekitar kurang lebih 2 tahun, mulai dari tahun 1830 M sampai dengan tahun 1832 M. Beliau pun tewas dalam peperangan melawan penjajah belanda. Sementara itu posisi para penduduknya masih berada di posisi barat daya tempat semula (perkampungan KERTO ANGSANA) - PAK. SABURYAN
Kepemiminan selanjutnya di teruskan oleh SABURYAN, tanpa adanya pemilu melainkan diangkat berdasarkan penunjukan langsung dari masyarakat. Namun nasib kepemimpinannya sama dengan P. EBU. Beliau memimpin hanya 2 tahun saja antara tahun 1832 sampai dengan tahun 1835 M. - PAK. BARDI
Setelah wafatnya SABURYAN, kepemimpinan di gantikan seorang pemuda bernama BARDI, Pada saat itu sekitar tahun 1835 M. Dia seorang pemuda yang gagah berani, bijaksana, di cintai oleh rakyatnya. Diapun tak segan menentang penjajah belanda. Pada saat itu pasukan belanda sudah ditambah dan bergabung dengan pasukan sekutu. Beliau pun terus berjuang membela tanah air dan penduduknya yang tertindas. Pada hal ketika itu markas bersar belanda dan sekutu sudah ada di jember. Pada masa pemerintahan BARDI inilah Desa Sumber Kejayan bertambah luas, sedangkan pada masa kades sebelumnya tidak sempat untuk memperluas wilayah, karena masa-masa itu (se-belumnya) penjajah belanda gencar-gencarnya menyerang Indonesia khususnya diwilayah timur pulau jawa. Perluasan wilayah pun dilaksanakan dengan membabat hutan di sebelah barat laut dari lokasi KERTO ANGSONO. Karena di daerah pinggiran jalan dari babatan KERTO ANGSONO sebelah barat laut itu merupakan hut-an jati, maka daerah tersebut yang dibabat oleh BARDI di juluki dengan julukan "dejenah jeteh (utaranya hutan jati)". Dan bahkan julukan itu terkenal hingga sekarang. Akan tetapi di daerah itu jenis tanahnya seperti jenis tanah iadang yang gambur berpasir. Karena jenis tanahnya semacam itu maka di beri nama "Tegalan". dan nama tersebut di abadikan menjadi nama Dusun. Pemerintahan yang di pimpin oleh Bardi ini telah memiliki aset yang cukup luas. Beliau memerintah kurang lebih sekitar 45 tahun. Akhirnya pada sekitar tahun 1880M beliau berhenti dari kepemimpinannya karena sudah lanjut usia. - PAK. RA’IYE
Setelah pemerintahan Bardi diganti oleh Raiye. Pada masa pemereintahannya tidak melakukan perluasan daerah lagi, akan tetapi lebih menekankan pada aspek diplomatis dengan kolonial untuk memperbaiki ekonomi kerakyatan khususnya di Desa sumber kejayan. Akhirnya dia mendapatkan Kepercayaan untuk mendirikan Gudang tembakau di pinggir jalan umum (lapangan Sumber Kejayan sekarang, red). Mulai saat itu kolanial Belanda memberikan kepaercayaan dan dapat bekerja sama walaupun masih belum maksimal. Oleh karena itu, Belanda tidak melakukan agresi meliternya ke Desa Sumber Kejayan karena Raiye sebagai pemimpin yang pandai berdiplomasi senentiasa meminta kebijakan-kebijakan kepada penguasa kolonial untuk kesejahteraan rakyatnya. Tetapi hal itu tidak berjalan lama kurang lebih sekitar 30 tahun kerena Belanda menyalahi perjanjiannya yang telah disepakati. Sehingga lapangan pekerjaan bagi masyarakat pun dijarah kembali termasuk aset gudang tembakau pun di kuasainya. Sekitar tahun 1916 M ada seorang pengembara yang datang ke pulau jawa (ke Desa Sumber Kejayan), dia berasal dari pulau madura (bilepora) yang bernama Singge / H, ABDUR RAHMAN. Dia mempunyai budi pekerti yang luhur, ramah dan santun terhadap orang lain. Sikap dan sifat seperti itu merupakan warisan dari ayahnya yang bernama Agung Dharma (wafat di pulau madura kab. Sumenep). Agung Dharma keturunan dari Sunan Giri yang berada di Gresik. Dengan kepribadian yang luhur seperti itu RAIYE pun sebagai pemimpin simpatik akan hal tersebut. Dia (RAIYE) memberikan sebidang tanah yang masih berupa hutan untuk di tempatinya (dusun mrapen). Singge / H. ABDUR RAHMAN pulang lagi kepuiau madura untuk menjemput istri ke-3 nya yang bernama suhriye (terkenal dengan sebutan Nyai Mu'alim). Singge/H. ABDUR RAHMAN bersama istrinya datang lagi kepulau jawa untuk membantu perjuangan RAIYE. Hari demi hari Dia bersama istrinya membabat hutan untuk di jadikan pemukiman. Sehingga sekitar tahun 1917 M berdirilah sebuah Pesantren (Mendirikan Masjid pertama yang ada dan di jadikan tempat penginapan santri) di tempat tersebut. Setelah mendirikan pesantren dia bukan hanya eksis untuk mengajarkan ilmu keislaman terhadap masyarakat, akan tetapi dia ikut berjuang melawan Penjajah Belanda. Dengan mengajarkan ilmu kebatinan terhadap masyarakat. Tak lama kemudian RAIYE mundur dari jabatannya kama sudah lanjut usia. - KUSNO
Setelah mundurnya RAIYE pada tahun 1935 pemerintahan di gantikan oleh putranya yang bernama KUSNO. Dia pun menjadi pemimpin yang baik dan selalu berpihak terhadap masyarakat. KUSNO meneruskan perjuangan ayahnya yang bekerja sama dengan H. ABDUR RAHMAN. Pada masa itu agresi meliter Belanda gencar-gencarnya menyerang, utamanya ke Desa Sumber Kejayan. Sebagian masyarakat yang sudah dibekali ilmu kebatinan oleh H. ABDUR RAHMAN dan di tambah lagi dengan bekal batu krikil menghadang agresi meliter belanda yang melintas dijalan. Mereka melempari mobil perang belanda dengan betu krikil yang di beri H. ABDUR RAHMAN. Dengan seijin tuhan batu krikil tersebut berubah menjadi bom, sehingga mobil-mobil perang penjajah belanda yang melintas di jalan hancur berkeping-keping. Markas pusat penjajah belanda mendengar kejadian itu maka yang menjadi target selanjutnya mencari H. ABDUR RAHMAN untuk di bunuh. Keesokan harinya agresi meliter belanda dengan pasukan yang lebih besar menyerang pemukiman H. ABDUR RAHMAN. Namun tak satu pun bom yang jatuh dan tepat sasaran sehingga kediaman H. ABDUR RAHMAN tetap utuh, akan tetapi pemukiman sekitarnya banyak yang hancur. KUSNO dan H. ABDUR RAHMAN terus berjuang melawan penjajah sampai akhirnya tahun 1945 NKRI berdaulat menyatakan kemerdekaannya. Tak lama kemudian dari kemerdekaan itu KUSNO bersama-sama masyarakat membersihkan puing-puing gudang tembakau tersebut clan dijadikan lapangan. Selama 25 tahun kusno memerintah kemudian dia berhenti dari jabatannya karena sudah tua dan di gantikan oleh tetangganya. - H. GHAZALI
Mulai dari awal pemerintahan KERTO ANGSONO sampai ke pemerintahan H. GHAZALI ini masih belum ada balai Desa, jadi basis atau pusat pemerintahannya berada di rumahnya sendiri. H. GHAZALI ini menggantikan pemerintahan tetangganya pada tahun 1950 berdasarka pemilihan langsung oleh masyarakat (di tunjuk langsung). Namun perjuangannya lebih ekstra hati-hati karena pada masa itu bukan lagi bertempur dengan penjajah belanda akan tetapi bertempur melawan tetangganya sendiri yaitu Gerakan 30 S PKI. Fitnah dan teror pun berkecamuk pada masa itu. Ternyata serangan Gerakan 30 S PKI tidak sedikit menelan korban. Termasuk menantunya Singge / H. ABDUR RAHMAN yang bernama H. ABDUL AZIZ pun hampir menjadi korban dari keganasan G 30 S PKI. Kahirnya pada tahun 1970 M Pemerintahan H. GHAZALI berakhir karena pada masa itu ada gerakan ABRI masuk Desa yang bertujuan untuk meredam teror yang lagi memanas di masyarakat, maka kepemimpinan di Desa di gantikan oleh aparat (ABRI) yang telah di tunjuk oleh pemerintah. - JASMARI
Gerakan ABRI masuk Desa yang di canangkan pemerintan menugaskan JASMARI (anggota TNI) sebagai kepala Desa sumber kejayan. JASMARI berasal dari puger yang menjalankan pemerintahan di Desa Sumber Kejayan muiai tahun 1970 M sampai dengan 1978 M. Pada masa jasmari ini balai Desa Sumber Kejayan mulai ada yang di posisikan di selatanya lapangan (bekas gudang tembakau). - LINDANG
Dengan berakhirya masa pemerintahan JASMARI di Desa Sumber Kejayan sekitar tahun 1978 M, kepala Desanya pun digantikan oleh LINDANG yang sama dari anggota ABRI. Lindang ini berasaf dari Jati Roto, dia hanya memerintah di Desa Sumber Kejayan sekitar kurang lebih dari 2 tahun saja yakni pada tahun 1980 M masa jabatannya selesai. - ANWARI
Setelah berakhirnya program ABRI masuk Desa, maka NAWARI inilah kepala Desa yang terangkat pertama kali melalui pemilihan umum (Pemilu Ke-I), yang dipilih oleh masyarakat. Akan tetapi dia memerintah Desa Sumber Kejayan hanya sekitar 1 tahun saja, mulai tahun 1980 M sampai dengan tahun 1981 M. dalam waktu sekejab dia menjabat pemerintah sudah terkena kasus yang bertentangan dengan norma-norma yang merupakan aib bagi seorang pemimpin, yang akhirnya dia mengundurkan diri dari jabatannya. - EDY MULYONO
Setelah pengunduran diri ANWARI pemerintahan di Desa Sumber Kejayan digantikan oleh EDY MULYONO (Sekdes). Namun dia hanya menjabat sebagai pemimpin peralihan saja selama 1 tahun mulai dari tahun 1981 sampai dengan tahun 1982 M. Setelah itu Desa Sumber Kejayan mengadakan pilkades lagi. - NASRUDIN
Pemilu ke-II dimenangkan oleh NASRUDIN, beliau menjabat sebagai Kades Desa Sumber Kejayan yang ke-12. NASRUDIN menjabat sebagai Kades tidak sampai pada akhir jabatannya. Sekitar tahun 1988 M. dia meninggal dunia. - SURADJI NR
Ketika NASRUDIN meninggal dunia, kepemimpinan di Desa Sumber Kejayan di gantikan oleh SekDesanya untuk menduduki jabatan sementara. Pada masa itu Sekdes Desa Sumber Kejayan adalah SURADJI NR ( SURADJI NR ini putranya NASRUDIN sendiri yang sekaligus menjabat sebagai Sekdes ). Jabatan SURADJI NR ini Kades peralihan atau disebut juga PJS (Pengganti Jabatan Sementara) hanya setahun lamanya mulai tahun 1988 M. sampai dengan tahun 1989 M. - ABDUL MANNAN
Kecamatan Mayang menugaskan ABDUL MANNAN dari Desa Mayang untuk menggantikan jabatan NASRUDIN yang meninggal dunia sebelum akhir jabatan. Sedangkan SURADJI NR sendiri jabatannya kembali seperti semula yaitu menjabat sebagai Sekdes. Pada masa pemerintahan ABDUL MANNAN ini Desa Sumber Kejayan mengadakan persiapan untuk melaksanakan pemilu yang ke-III. - SURADJI NR
Dari hasil pemilu yang ke-III, SURADJI NR menjadi calon terpilih untuk menjabat sebagai Kepala Desa Sumber Kejayan pada periode 1990 - 1998 M. Dia memerintah di Desa Sumber Kejayan sampai pada akhir jabatan. - SUKAMTO
SUKAMTO menjabat sebagai Pengganti Jabatan Sementara (PJS) sementara untuk mengadakan pemilihan umum kepala Desa pada periode 1998 - 2008 M. - SOENARTO
SUNARTO calon terpilih pada pemilihan Kepala Desa Sumber Kejayan periode 1998 - 2008. dalam pemilihan Kepala Desa yanq ke-IV ini, merupakan calon tunggal karena kandidat yang satunya meningga dunia (kandidat pemilihan kepala Desa yang meninggal adalah SURADJI NR). Pemerintahan SOENARTO sampai pada akhir jabatan, dan bahkan ditambah lagi selama 2 tahun. - YASIN
Pada pemilihan Kepala Desa yang ke-V ini ada tiga kandidat yang mencalonkan diri sebagai kepala Desa yaitu calon No.l. H. Moch Soenarto, No.2. Asmat H. Toyib, No.3. Yasin. Namun yang memenangkan dalam pemilihan Kepala Desa Adalah calon No. 3. yaitu Yasin. Dia menjabat sebagai Kepala Desa pada periode 2008 – 2014 - SUGIATO
SUGIANTO menjabat sebagai Pelaksana tugas (Plt) sementara untuk mengadakan pemilihan umum kepala Desa pada periode 2014. - YASIN
Pada pemilihan Kepala Desa yang ke-VI ini ada tiga kandidat yang mencalonkan diri sebagai kepala Desa yaitu calon No.l. YASIN, No.2. HADERI, No.3. KHORI. Namun yang memenangkan dalam pemilihan Kepala Desa Adalah calon No. 1. yaitu Yasin. Dia menjabat sebagai Kepala Desa pada periode 2015-2021. - Pj.FAHROR ROZI,SE
FAHROR ROZI menjabat sebagai Pelaksana tugas (Plt) sementara untuk mengadakan pemilihan umum kepala Desa pada periode 2021. - YASIN
Pada pemilihan Kepala Desa yang ke-VII ini ada Dua kandidat yang mencalonkan diri sebagai kepala Desa yaitu calon No.l. YASIN, No.2.WARIHEN . Namun yang memenangkan dalam pemilihan Kepala Desa Adalah calon No. 1. yaitu Yasin. Dia menjabat sebagai Kepala Desa pada periode 2021 -2027.
Cita-Cita Luhur
VISI
Terwujudnya desa yang maju, sejahtera, rukun, mandiri dengan memanfaatkan potensi yang ada serta menjunjung tinggi nilai gotong royong.
MISI
- Meningkatkan kualitas pelayanan publik yang transparan, cepat, dan akuntabel.
- Mengembangkan potensi ekonomi desa melalui sektor pertanian, perkebunan, serta UMKM.
- Meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan yang layak.
- Mendorong pembangunan infrastruktur desa yang merata dan berkelanjutan.
- Memperkuat kehidupan sosial masyarakat yang harmonis, aman, dan berbudaya.
- Mengajak warga ikut aktif dalam kegiatan desa.